Memanfaatkan ruang bawah tangga. Lokasi: Griya Sentana Art, Jl. Anggrek Raya, Kajen Baru, Grogol, Solo Baru, Sukoharjo. (JIBI/Nicolous Irawan) Memanfaatkan ruang bawah tangga. Lokasi: Griya Sentana Art, Jl. Anggrek Raya, Kajen Baru, Grogol, Solo Baru, Sukoharjo. (JIBI/Nicolous Irawan)

TATA RUANG: Memanfaatkan Area Bawah Tangga

1558 Kali

 

Rumah dua lantai atau lebih menjadi pilihan beberapa orang. Bisa jadi karena lahan yang tersedia untuk bangunan rumah terbatas atau memang lantaran keinginan memiliki rumah lebih dari satu lantai.

Ketika rumah dua lantai atau lebih, akses untuk naik ke ruang bagian atas tentu menggunakan tangga. Beragam bentuk atau model tangga diterapkan menyesuaikan ketersediaan ruang di dalam rumah tersebut. Ada yang berbentuk melingkar dengan area terbuka di tiap bawah pijakan, ada yang berbentuk satu tanjakan, namun ada juga yang berbentuk dua tanjakan dengan bentuk berdampingan atau menyamping.

Tangga berbentuk tanjakan tentu menyisakan ruang kosong di bawahnya. Beberapa orang membiarkan ruang bawah tangga tetap kosong, ada juga yang menggunakannya untuk menyimpan kardus, atau benda-benda lain.

Menurut anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Cabang Solo, Dwi Wahyu Paryanto IAI, ketika area bawah tangga dibiarkan kosong atau hanya untuk menempatkan barang-barang secara acak atau tidak tertata rapi, tentu akan mengganggu visual ruangan. Apalagi jika tangga tersebut berada di ruang yang bisa terlihat langsung oleh tamu.

“Karena keterbatasan ruang, bisa juga pertimbangan estetika, sebenarnya area bawah tangga itu bisa ditata dan dimanfaatkan untuk beberapa hal,” terang Wahyu di Erkabe Cafe, Manahan, Solo, Rabu (11/10/2017).

Pemanfaatannya, lanjut dia, bisa untuk penyimpanan buku atau barang dengan membuat rak khusus yang desainnya menyesuaikan bentuk dan kemiringan tangga sehingga area bawah tangga terlihat rapi dan bermanfaat.

Bisa juga, lanjutnya, difungsikan untuk ruang kerja pribadi dengan menempatkan satu meja berisi perangkat komputer dan rak dokumen serta kursi yang mudah dipindahkan. Alternatif lainnya, bisa digunakan tempat lemari yang didesain khusus untuk televisi dan benda-benda menarik serta menambah keindahan area bawah tangga.

“Ada juga yang meletakkan sofa untuk tempat bersantai keluarga atau untuk ruang baca. Penempatan sofa ini juga bisa dikombinasi dengan menempatkan meja dan televisi sehingga area bawah tangga berubah fungsi jadi ruang keluarga,” ujarnya.

Sesuai Etika

Beberapa pemilik rumah, kata dia, juga membuat kamar kecil jika area di bawah tangga terbatas. Namun, ada juga yang membuat kamar mandi tanpa bak apabila area bawah tangga cukup luas. Seiring perkembangan desain tata ruang, ada juga yang memanfaatkan area bawah tangga untuk taman dengan menempatkan sejumlah pot bunga. “Sejumlah pemilik rumah memanfaatkan area bawah tangga untuk dapur,” jelasnya.

Bila difungsikan untuk dapur atau tempat memasak, menurut Wahyu, perlu dipertimbangkan juga budaya atau etika yang berlaku di keluarga tersebut. Termasuk juga pertimbangan dari segi kesehatan. “Ada yang beranggapan, bawah tempat masak mosok bagian atas untuk yak-yakan [aktivitas naik turun]. Kemudian pertimbangkan juga debu bagian atas yang bisa saja tercampur masakan,” kata dia.

Termasuk juga ketika area bawah tangga digunakan untuk ruang keluarga dengan menempatkan sofa atau meja kursi juga dianggap tidak sopan. “Karena ketika ada orang duduk di bawah, di atasnya ada aktivitas naik turun tangga, ini dianggap mengganggu dan tidak sesuai etika kesopanan. Namun, ada juga yang mengabaikan hal ini, karena kebutuhan ruang dalam rumah,” jelasnya.

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS