Tegel atau ubin adalah salah satu komponen penting dalam rumah tinggal atau bangunan kantor. Kini, bentuk, bahan dan motif tegel kian beragam./dok. Tegel atau ubin adalah salah satu komponen penting dalam rumah tinggal atau bangunan kantor. Kini, bentuk, bahan dan motif tegel kian beragam./dok.

Tegel, Tak Sekadar Pemanis Lantai

899 Kali

RUMAH190.COM–Tegel atau ubin adalah salah satu komponen penting dalam rumah tinggal atau bangunan kantor. Kini, bentuk, bahan dan motif tegel kian beragam.

Dosen Program Studi Desain Interior Universitas Sahid Surakarta, R Kusbimantoro, mengatakan definisi tegel saat ini sudah bergeser. Tegel tak lagi identik dengan barang berbahan semen namun juga berbahan keramik, marmer, granit, granittle dan tegel teraso.

”Dulu orang mengenal tegel terbuat dari semen, yaitu tegel PC yang berukuran 20 x 20 sentimeter dan 25 x 25 sentimeter,” kata Kusbimantoro kepada Espos, pekan lalu. Seiring dengan berkembangnya teknologi tegel kini tampil dengan berbagai warna, beraneka motif dan bahan. ”Kemudian berkembang ubin keramik, ubin marmer, ubin granit dan granittle (granit buatan-red),” lanjutnya.

Tentang ubin berbahan keramik, Kusbimantoro menjelaskan ubin jenis ini dibagi beberapa kategori yaitu keramik lantai (dalam ruang dan luar ruang), biasanya ukuran luasnya per lembar lebih besar, keramik dinding kamar mandi (KM/WC), keramik lantai KM/WC, keramik dapur dan keramik dinding luar.Tentu saja setiap kategori keramik memiliki karakter yang berlainan. Keramik dalam ruang, misalnya, permukaannya bisa licin, mengkilap atau dof. Sedangkan keramik luar ruang memiliki permukaan yang kasar.

Untuk pemasangan di kamar mandi, WC atau area mencuci, menurut Kusbimantoro hendaknya disiapkan ubin yang berkualitas prima. Hal ini karena area ini akan sering terkontaminasi zat pembersih kimiawi yang dapat mengikis lapisan glasur pada permukaan keramik.

Lebih jauh Kusbimantoro menjelaskan tegel bisa difungsikan sebagai penyerap hawa panas sehingga ruangan menjadi lebih dingin. Selain itu tegel bisa dijadikan isolator bunyi. ”Memilih model dan jenis tegel adalah selera masing-masing orang, yang penting harus disesuaikan dengan kesatuan tiga unsur yakni atap, dinding dan lantai agar serasi secara estetika,” ujarnya.

Kusbimantoro juga mengungkapkan selama ini terjadi salah kaprah di sebagian masyarakat, yaitu memasang tegel lantai yang berukuran 20×20 sentimeter persegi ke dinding. ”Ubin lantai jika dipasang di dinding tidak cocok, karena untuk dinding ada jenis tegel sendiri, yang lembarannya lebih lebar dan diselingi dengan list. Bisa juga di variasi dengan batu candi,” jelasnya.

Untuk rumah minimalis, disarankan memilih tegel berwarna cerah, lembut dan diserasikan dengan warna atap serta dinding. ”Jangan memilih tegel warna gelap pada ruangan yang tidak mendapatkan cahaya cukup, khususnya untuk rumah tinggal,” paparnya.

Terpisah menurut Sofi Setyawati pemilik Galeri Keramik Faggety, Solo, untuk rumah minimalis lebih bagus memakai tegel marmer dibandingkan tegel lainnya. Sedangkan tegel granit idealnya dipakai di tempat-tempat fasilitas umum seperti mal dan perkantoran karena sifatnya yang lebih keras, mengkilap dan tahan gores. ”Untuk rumah tinggal kesan naturalnya lebih menonjol marmer daripada granit,” papar Sofi.

Namun jika berbicara tentang tren yang berkembang saat ini, konsumen lebih condong memilih tegel granit buatan atau granittle. ”Keramik sekarang sudah tidak musim, karena ada granittle yang kualitasnya lebih bagus dari keramik dengan harga terjangkau, antigores dan perawatannya lebih mudah daripada keramik,” tandasnya.  (Eri Maryana)

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS