Air hujan dapat merembes ke tembok karena lapisan pelindung batu bata kurang pekat dan tidak merata./dok SOLOPOS. Air hujan dapat merembes ke tembok karena lapisan pelindung batu bata kurang pekat dan tidak merata./dok SOLOPOS.

Tembok Rembes, Problem Rumah di Musim Hujan

1228 Kali

RUMAH190.COM–Basah, berlumut dan jamuran. Itulah masalah yang sering terjadi pada tembok rumah di musim hujan. Selain dapat merusak struktur tembok, keadaan tersebut mengurangi keindahan dinding.
Ketepatan pencampuran bahan material bangunan dan teknik pengecatan tembok adalah dua hal yang perlu mendapat perhatian khusus untuk mencegah rembes pada tembok.

Dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Kusdiman Joko ST kepada Espos memaparkan beberapa penyebab air merembes di tembok. ”Air bisa merembes ke tembok dari dua arah. Yaitu dari tanah (bawah) serta dari open space (atas),” ujar Kusdiman.

Merembesnya air ke tembok, menurut Kusdiman bisa disebabkan oleh kesalahan pembuatan sloof dan tra sram. Setelah pondasi dibuat, Kusdiman menyarankan sloof atau beton dibuat mengalasi tra sram. Tra sram adalah komposisi pemasangan batu kedap air dengan perbandingan volume semen dan pasir 1:3. Untuk takaran semen satu sak maka pasir yang dicampurkan sebanyak tiga sak. Ketika sloof dan tra sram dibuat sesuai dengan ketentuan tersebut, ia menjamin air tanah tidak akan merembes ke tembok.

Kusdiman menyarankan, saat membuat badan tembok, setiap satu meter batu bata dan spesi pasangan harus diikuti dengan pengecoran kolom praktis guna menguatkan bata dengan komposisi semen dan kerikil atau kerap disebut beton.

Kurang pekat

Munculnya rembesan air di tembok juga berasal dari open space (ruang terbuka di luar rumah). Air hujan yang mengguyur tembok terkadang merembes dan menggelembung di beberapa bagian tembok. Akhirnya, tembok tampak basah, lembab, berjamur dan akhirnya cat temboknya mengelupas.

Air hujan dapat merembes ke tembok karena lapisan pelindung batu bata kurang pekat dan tidak merata. Untuk badan tembok, pemasangan bata yang telah direndam sampai jenuh air serta pemakaian spesi pasangan dengan komposisi pasir, semen dan kapur dengan tepat dapat mencegah terjadinya rembesan air pada tembok.

”Bata yang jenuh air, dipasangkan dengan spesi pasangan yang sempurna dapat membuat bata mudah merekat dan kuat. Untuk komposisi campuran spesi pasangan berupa semen, pasir dan kapur yang baik adalah 1:3:5,” terang Kusdiman.

Di lain pihak, arsitek asal Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Nur Rahmawati ST MT yang ditemui Rumah190.com saat mengikuti Seminar Warna dan Arsitektur pada Selasa (13/3), di Fakultas Teknik UMS mengatakan air adalah musuh utama tembok. Kesalahan pembuatan tembok dan pengecatan merupakan penyebab terjadinya rembesan air di tembok.

”Kesalahan pembuatan tembok misalnya pemberian material semen yang kurang. Sedangkan pengecatan yang terburu-buru juga membuat proses pengeringan komposisi cat tidak sempurna,” kata Nur Rahmawati ST MT. (Khoirun Nisaa)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS