bagian_atap_pendapa_depan_28129

Tempat Lahir Busana Langengharjan

929 Kali

Pesanggrahan Langenharjo sudah tercatat sebagai benda cagar budaya (BCB) di Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah. Dengan begitu, pemerintah ikut bertanggung jawab terhadap pelestarian warisan budaya yang kini dijadikan objek wisata spiritual tersebut. Selaku pemangku wilayah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (DPOPK), juga ikut bertanggung jawab kepada pelestarian BCB tersebut.

“Tentunya tempat yang dipilih untuk pesanggrahan itu memiliki nilai-nilai keutamaan. Jadi, sudah sepantasnya pesanggrahan ini bisa dikelola dengan baik sebagai objek wisata spiritual,” kata Kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, GKR Sekar Kencono, di kompleks Pesanggrahan Langenharjo, beberapa waktu lalu.

Sekar mengakui Pesanggrahan Langenharjo kini sudah keropos dimakan usia. Bahkan, bangunan pendapa untuk rumah dinas untuk juru kunci pesanggrahan ini nyaris tidak berbekas. Minimnya pengawasan membuat pendapa rumah dinas juru kunci tersebut sudah dijual oleh orang yang tidak bertanggung jawab. “Harapan saya, pesanggrahan ini adalah BCB dan bernilai sejarah. Mestinya bisa dirawat dengan bagus. Sebaiknya bangunan yang sudah rusak itu ditata kembali seperti wujud aslinya. Lokasinya tak jauh dari Sungai Bengawan Solo yang memiliki potensi wisata menarik,” paparnya.

Sejarawan Solo, Heri Priyatmoko, mengatakan sebagai tempat rekreasi bagi raja dan kerabatnya, di Pesanggrahan Langenharjo kerap digelar pertunjukan barok atau perkelahian antara kambing dan anjing. Menurutnya, pada masa itu, di tempat ini, raja biasa menikmati tembang-tembang macapat yang dinyanyikan para abdi dalem. “Situs bersejarah ini juga dikenang sebagai tempat lahirnya busana Langengharjan yang masih digunakan hingga sekarang pada acara-acara pernikahan,” tandasnya. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS