Untuk mengatasi masalah rayap, para pembuat mebel menyiasati dengan pengeringan kayu.Kemudian disemprot dengan obat hama sebelum dilakukan finishing./dok. Untuk mengatasi masalah rayap, para pembuat mebel menyiasati dengan pengeringan kayu.Kemudian disemprot dengan obat hama sebelum dilakukan finishing./dok.

Tips Agar Mebel Anda Awet 

404 Kali

RUMAH190.COM–Kayu adalah salah satu komponen vital dalam pembangunan rumah dan menjadi komponen utama perabot mebel rumah tangga. Namun material yang satu ini menjadi bahan yang mudah rusak, termasuk rusak karena aktivitas hewan tertentu.

Hampir semua kayu mudah rusak, termasuk kayu jati yang terkenal sebagai kayu keras. Untuk melindungi kayu dari organisme perusak kayu seperti rayap, kumbang kayu, jamur pelapuk, jamur pewarna dan marine borer ada cara-cara khusus. Dengan teknik ini kayu akan terhindar dari organisme tersebut sehingga lebih awet.

Di Indonesia tidak kurang dari 200 jenis rayap, lima di antaranya jenis rayap perusak kayu yang ganas, yakni Coptotermes curvignathus, Coptotermes traviani, Macrotermes gilvus, Microtermes insperatus dan Cryptotermes cynocephalus. Untuk mengatasi hal ini, para pembuat mebel biasa menyiasatinya dengan mengeringkan kayu sampai kering. Kemudian disemprot dengan obat hama sebelum dilakukan finishing. Berikut beberapa trik agar kayu lebih awet yang mungkin bisa dilakukan.

Menurut Santo, pemilik toko mebel Hikmah Mulya Solo, agar kayu lebih awet dia menggunakan ter atau wood stain yang dioleskan pada permukaan mebel kayu yang masih mentah. ”Setelah diberi ter atau wood stain, kemudian dikeringkan sampai kering betul, sehingga tidak akan molet atau retak sambungannya,” lanjutnya.

Cara lain adalah dengan mengeringkan kayu, para pelaku industri mebel biasanya mengeringkan kayu dengan menggunakan oven. ”Kemudian diberi obat anti hama. Namun karena obat hama harganya mahal sekitar Rp 500.000 per kaleng, akhirnya tidak kami pakai dan disiasati dengan memberi Impra wood stain atau Impra wood filler dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkapnya.

Santo menambahkan proses finishing juga bisa membuat awet mebel kayu. ”Ada dua jenis finishing, melamin dan pelitur. Pelitur yang kami pakai menggunakan campuran serlak India dengan spiritus,” ungkapnya.

Melindungi kayu dari serangan rayap, imbuh Santo, juga bisa dilakukan dengan mengoleskan  asam klorida (HCl) yang dicampur dengan obat antihama. Pemilihan jenis kayu juga perlu  diperhitungkan, misalnya kayu jati dinilai lebih tahan lama termasuk terhadap serangan  rayap. ”Kayu mahoni biasanya dihindari karena biasanya gampang mbubuk. Kalau kayunya masih muda biasanya bisa mengeluarkan bubuk kayu,” jelas Santo.

Tempat lembab

Hal senada juga diungkapkan oleh Sastro Ngatman, perajin mebel Mulya Jati, Paulan,  Colomadu. Sastro Ngatman mengungkap agar kayu jati akan lebih awet jika kayu mentah terlebih dulu dioven. ”Kemudian dibentuk dan di-finishing sesuai pesanan,” ujarnya. Biasanya kayu mentah yang sudah dioven diberi pelitur kemudian diampelas halus baru kemudian diberi melamin. ”Melamin dan thiner bisa untuk antigores, biasanya cukup dicampur dengan perbandingan 1 : 1, kemudian masih diberi satu kaleng kecil obat hardener yang dicampur dengan melamin,” jelasnya.

Lain halnya dengan yang dilakukan oleh para perajin toko mebel Bares Asli, Solo. Pemilik toko mebel Bares Asli, Ny Prasetyo mengungkapkan agar kayu awet sebaiknya perlu diperhitungkan pemilihan bahan terlebih dulu sebelum membeli. ”Kayu jati biasanya tidak mbubuk tapi kalau kayu mahoni pasti mbubuk,” ujarnya.

Menurut Ny Prasetyo, mebel kayu dengan kualitas bagus pun bisa saja dimakan rayap atau mbubuk jika ditempatkan di tempat yang lembab. ”Oleh karena itu harus ditempatkan di  tempat yang kering untuk mencegah datangnya rayap atau jamur pelapuk,” lanjut Ny  Prasetyo. (Eri Maryana )

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS