Penjaga stan menjelaskan fasilitas dan harga rumah kepada calon konsumen pada pameran perumahan REI Expo VIII di Mal Ciputra Semarang, Jumat (7/10/2016). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Penjaga stan menjelaskan fasilitas dan harga rumah kepada calon konsumen pada pameran perumahan REI Expo VIII di Mal Ciputra Semarang, Jumat (7/10/2016). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Tips Membeli Rumah Idaman

652 Kali

RUMAH190.COM–Tidak bisa dipungkiri, kebutuhan akan rumah tinggal dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Dampaknya pembangunan berbagai macam tipe rumah secara massal terus dilakukan oleh pengembang. Dan di sisi lain, konsumen disuguhkan banyak pilihan.

Meningkatnya kebutuhan akan rumah tinggal secara otomatis mendorong terjadinya persaingan di kalangan pengembang (developer) dalam memasarkan produk perumahan mereka. Pameran-pameran dan berbagai macam kegiatan promosi lain makin sering dilakukan oleh para pengembang. Hal itu tak lain untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di bisnis ini.

Pihak pengembang biasanya telah menyediakan berbagai macam tipe perumahan untuk memberikan alternatif kepada konsumen dengan kebutuhan yang berbeda. Setiap tipe biasanya mewakili kebutuhan akan ruang dan fasilitas rumah dalam jumlah tertentu. Meski demikian, arsitek PT Pabelan Griya Mukti, Denny Irawan ST mengatakan tidak menutup kemungkinan calon pembeli meminta penyesuaian ruang sesuai dengan kebutuhan mereka.

”Kami sistemnya pesan kemudian bangun, jadi ada yang beli dulu baru dibangun. Biasanya ada juga yang meminta sesuai dengan kebutuhannya,” ujar dia.

Sementara seorang karyawan Divisi Marketing PT Pondok Baru, Amini mengungkapkan untuk sistem pesan bangun di perusahaannya hanya diperuntukkan bagi mereka yang membeli secara kontan atau kontan bertahap. Sedangkan untuk pembelian dengan sistem kredit biasanya menggunakan mekanisme seperti pada umumnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih perumahan antara lain yakni lokasi dan fasilitas umum. Menurut Denny, lokasi merupakan hal pertama yang perlu diperhatikan dalam memilih perumahan. ”Dekat dengan tempat kerja atau kalau tidak dekat dengan lokasi sekolah anak,” ujar dia. Ditambahkan Amini, lokasi hendaknya mudah dijangkau oleh transportasi dan dekat dengan berbagai fasilitas umum seperti pusat kesehatan, perbelanjaan dan pendidikan.

Pendanaan

Hal lain yang perlu menjadi pertimbangan adalah ketersediaan dana. Menurut Denny ketersediaan dana berpengaruh dengan jenis atau tipe pilihan rumah. Selain itu, kata Amini, terkait dengan angsuran (bagi yang membeli dengan kredit) harus diperhitungkan dengan teliti antara pendapatan dengan pengeluaran. ”Biasanya kebutuhan hidup juga sudah diperhitungkan secara teliti. Berapa jumlah pendapatan dan dipotong dengan biaya hidup sisanya harus bisa memenuhi angsuran,” papar dia.

Untuk pembiayaan kepemilikan rumah, kini sudah banyak program kredit yang disediakan oleh perbankan melalui berbagai produk kredit kepemilikan rumah (KPR). Melalui program ini seseorang dapat memiliki rumah dengan membayar uang muka dalam jumlah tertentu, setelah sebelumnya harus memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Turunnya suku bunga Bank Indonesia (BI) yang kini 9,5%, secara langsung akan mendorong semakin bergairahnya bisnis di sektor properti termasuk rumah tinggal.

Selain kredit yang mendasarkan pada bunga bank, kini juga semakin bergairah pinjaman bersumber bank-bank syariah. ”Pinjaman syariah tidak mengenal sistem bunga melainkan bagi hasil jadi angsuran yang harus dibayarkan setiap bulannya tetap. Sedangkan konvensional dapat berubah menyesuaikan naik turunnya suku bunga bank,” ujar salah karyawan Divisi Marketing PT Pondok Baru Permai, Giyarti.

Tips membeli rumah

1. Lokasi rumah.

– Sedapat mungkin dipilih lokasi yang dekat dengan tempat kerja

– Tidak banjir

– Tersedianya sarana listrik, air bersih, transportasi

dan sarana lainnya yang memadai.

– Berada di lingkungan yang aman.

2. Pengembang rumah.

Pilihlah pengembang rumah yang mempunyai reputasi bagus

dan mempunyai surat-surat atau akta perjanjian jual beli

yang dapat dipertanggungjawabkan.

3. Prospek.

Pertimbangan nilai jual suatu rumah di masa yang akan datang.

4. Fasilitas sosial dan hiburan.

Perhatikan ketersediaan fasilitas sosial seperti sekolah,

rumah sakit, rumah ibadah, telepon dan lain-lain. Agar lebih

ideal perhatikan pula ketersediaan fasilitas hiburan seperti

arena bermain anak, taman dan lain-lain.

5. Bujet.

Pemilihan rumah disesuaikan dengan bujet yang tersedia.

(m49)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS