Talang dan atap bocor sepertinya sudah menjadi masalah klasik yang kerap menghampiri ketika musim hujan tiba./horehomeservice.com Talang dan atap bocor sepertinya sudah menjadi masalah klasik yang kerap menghampiri ketika musim hujan tiba./horehomeservice.com

Tips Mengatasi Talang Bocor

652 Kali

RUMAH190.COM–Talang dan atap bocor sepertinya sudah menjadi masalah klasik yang kerap menghampiri ketika musim hujan tiba. Untuk membuat rumah tetap nyaman ketika hujan turun, langkah apa saja yang dilakukan agar terhindar dari talang bocor?

Rumah seindah apapun akan membutuhkan talang. Rumah semewah apapun tatkala talang bocor jelas akan mengurangi kenyamanan. Bila kebocoran ini tak segera ditangani atau diantisipasi akan merembet pada kerusakan cat tembok dan cat plafon akibat rembesan air. Kalau sudah begini penghuni rumah akan semakin merasa tidak nyaman karena kerusakan cat itu akan merusak keindahan.

Seperti halnya atap, talang merupakan salah satu komponen penting dalam rumah. Apalagi ketika musim hujan tiba, menjaga dua komponen tersebut tetap berfungsi maksimal sangat penting membuat rumah menjadi nyaman kendati rumah diguyur hujan lebat sekali pun.

Berbagai langkah antisipasi mencegah terjadinya kebocoran talang dapat Anda tempuh untuk menghindari kondisi merepotkan memindahkan barang-barang karena air yang mengucur di sela genting dan merembes ke plafon, atau tempias air hujan. Pemilihan jenis bahan hingga pemasangan talang yang tepat dapat menghindarkan rumah dari kebocoran. Tak hanya itu, perawatan yang tepat pada talang sangat penting sebagai langkah antisipasi pencegahan kebocoran.

Seperti dilakukan keluarga Amin yang berdiam di Padjajaran Utara, Sumber, Solo. Menjelang musim hujan, dia mengaku selalu mengecek kondisi atap dan talang pada rumahnya. Untuk talang, Amin memilih bahan dari seng dengan ketebalan 0,3 milimeter dengan penyangga dari kayu krueng Kalimantan. Menganut konsep rumah modern, talang yang dipilih berbentuk jurai yang dipasang pada pertemuan antara atap dengan atap.

Menurutnya, memasang talang berbentuk jurai dapat meminimalisasi terjadinya kebocoran. Sementara untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran, Amin mengolesi talang yang berlubang dengan cairan khusus buatannya yang terbuat dari styrofoam dicampur dengan bensin. ”Dua bahan tersebut saya campur untuk menghasilkan cairan yang bentuknya mirip lem. Setelah itu, cairan tersebut saya oleskan pada lubang-lubang talang. Cairan ini cukup kuat menutup lubang talang maupun retakan pada genteng,” jelas Amin saat berbincang dengan Espos di kediamannya.

Dak beton

Alternatif lainnya agar rumah tidak berisiko bocor adalah dengan meminimalisasi keberadaan talang pada atap rumah dengan membiarkan air hujan mengalir dan langsung jatuh ke tanah. Seperti dilakukan Aris, warga Perumahan Griya Gumpang Baru, Kartasura, yang meminimalisasi pemasangan talang pada atap rumahnya dengan membangun talang dari dak beton hanya pada bagian belakang rumah.

”Saya memilih tidak membangun talang yang mengelilingi rumah. Saya hanya memasang talang pada bagian belakang rumah yang merupakan bangunan baru, itu pun talang dari dak beton. Jadi saya membiarkan air hujan langsung mengalir jatuh agar airnya dapat langsung meresap ke tanah. Saya rasa tanah di lingkungan rumah saya mampu menyerap air hujan, karena kebetulan halaman saya lumayan luas sehingga saya tidak khawatir terjadi banjir meski terjadi hujan lebat,” kata Aris.

Sementara itu, Pengelola Toko Besi Sinar Sentosa di Jl Adi Sucipto 175, Sugeng menyebutkan beberapa bahan talang yang kerap digunakan oleh masyarakat adalah talang dari seng dan paralon berbentuk kotak di satu sisi terbuka. Dia menjelaskan, untuk bahan seng, semakin tebal seng maka kualitasnya semakin bagus. Ada dua ukuran ketebalan seng yang dapat menjadi pilihan, yakni ukuran 0,2 milimeter dan 0,3 milimeter. Harga seng per meternya berkisar antara Rp 17.000-Rp 18.000.

Sugeng menambahkan untuk talang dari bahan paralon, biasanya dipasang mengelilingi atap rumah. Hanya saja, model talang seperti ini sudah jarang digunakan. Untuk mencegah talang dari bahan seng agar tidak mudah bocor, menutup bagian talang yang berlubang dengan lakban dapat menjadi solusi. ”Untuk talang dari seng yang pada beberapa bagiannya sudah karatan bisa dilapisi dengan lakband agar tidak bocor saat diguyur hujan,” ujar Sugeng. ( Aeranie Nur Hafnie )

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS