Selain dapat mempercantik rumah, ornamen dari bahan cetakan juga dapat berfungsi sebagai sebuah bentuk finishing pada rumah. Tak hanya itu, ornamen pada rumah juga dapat semakin menonjolkan karakteristik tema keseluruhan rumah plus memberikan aksen pada bangunan rumah./dok Selain dapat mempercantik rumah, ornamen dari bahan cetakan juga dapat berfungsi sebagai sebuah bentuk finishing pada rumah. Tak hanya itu, ornamen pada rumah juga dapat semakin menonjolkan karakteristik tema keseluruhan rumah plus memberikan aksen pada bangunan rumah./dok

Tips Perawatan Ornamen Rumah

381 Kali

RUMAH190.COM–Selain dapat mempercantik rumah, ornamen dari bahan cetakan juga dapat berfungsi sebagai sebuah bentuk finishing pada rumah. Tak hanya itu, ornamen pada rumah juga dapat semakin menonjolkan karakteristik tema keseluruhan rumah plus memberikan aksen pada bangunan rumah.

Di Eropa, jenis ornamen yang lazim digunakan pada bangunan rumah atau perkantoran berbahan dasar metal work (pelat metal yang diketok), cash iron (besi cor), terra-cotta (batu bata) dan keystones (batu keras). Sementara model ornamennya sendiri sangat beragam, dapat disesuaikan dengan selera dan keinginan sang pemilik rumah.

”Ornamen cetak dari bahan dasar tersebut tahan sepanjang masa dan tidak perlu perawatan yang rumit dalam pemeliharaannya. Namun, di sini ornamen dari bahan dasar seperti itu sangat jarang digunakan,” ujar Dosen Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Solo (UNS), Ken Sunarko, saat dijumpai Rumah190.com di kediamannya.

Ornamen berbahan cetak biasanya dipasang pada rumah-rumah bergaya Eropa, seperti rumah bertema Gothic, Renaisance, Classic, Neo-Classic, Baroque dan Rococo. Selain itu, ornamen dari bahan cetak juga kerap dipasang pada rumah bergaya Mediterania dan rumah bergaya perpaduan Mesir-Yunani.

”Untuk rumah yang menganut gaya Eropa biasaya menggunakan ornamen dari bahan dasar besi cor. Dengan memasang ornamen tersebut dapat semakin menonjolkan tema dari rumah itu sendiri,” kata Ken yang juga seorang desainer interior hotel.

Ken menambahkan ada pula ornamen rumah yang berbentuk etnik atau bersifat kedaerahan, seperti ornamen khas dari Bali, Jawa atau Kalimantan. Sementara ornamen yang saat ini tengah populer digunakan masyarakat adalah ornamen dari bahan dasar batu paras. Selain harganya relatif terjangkau, batu paras juga mudah dipahat sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

”Hanya sayangnya, batu paras ini rentan ditumbuhi jamur maupun lumut dan lumayan rapuh. Oleh karena itu, perlu pembersihan secara berkala pada ornamen berbahan dasar batu paras,” kata dia.

Ken menjelaskan perawatan berkala diutamakan pada ornamen batu paras yang dipasang sebagai pemanis eksterior rumah, sebaiknya pembersihan dilakukan pada musim kemarau. Langkah perawatan yang dapat dilakukan antara lain dengan menyikat lumut yang tumbuh, memoles batu paras dengan obat pembunuh jamur dan lumut serta ornamen batu paras tersebut harus terlebih dahulu di-coating sebelum dipasang.

Ada pula ornamen dari bahan gipsum yang cocok dipasang untuk mempermanis interior rumah. Ornamen dari gipsum sebaiknya dihindarkan dari kontak langsung dengan air dan jangan dipasang pada tempat-tempat yang lembab. ”Ornamen dari gipsum ini sendiri memiliki keunggulan mudah dicetak atau dibentuk dan relatif ringan untuk kontruksi bangunan,” ujarnya.

Ornamen dari bahan cetak dapat ditempatkan di semua bagian rumah yang membutuhkan dekorasi untuk semakin memperindah ruangan. Untuk interior rumah, ornamen-ornamen tersebut dapat dipasang di salah satu bidang kosong di dinding rumah, pada pilar bangunan atau list plafon rumah. (anh)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS