Untuk perawatan pintu pagar, perlu dilakukan pengecekan kondisi engsel atau roda pintu pagar secara rutin satu bulan sekali./dok. Untuk perawatan pintu pagar, perlu dilakukan pengecekan kondisi engsel atau roda pintu pagar secara rutin satu bulan sekali./dok.

Tips Perawatan Pintu Pagar

766 Kali

RUMAH190.COM–Sebagai pembatas rumah yang berfungsi menjaga privasi sang pemilik rumah, biasanya dipasang pintu pagar rumah. Fungsi utama pintu pagar adalah untuk memisahkan rumah dengan lingkungan luar sekaligus untuk keamanan.

Sekarang ini, ada berbagai model pintu pagar yang dapat dijadikan pilihan. Pemilihan pintu pagar sendiri tak terlepas dari bentuk dan jenis pagar rumah secara keseluruhan dan biasanya disesuaikan dengan konsep rumah induk.

Dosen Desain Interior Universitas Sahid Surakarta (USS), R Kusbimantoro Setyojati SSn menyebutkan sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah, tinggi pagar tidak lebih dari 150 sentimeter dan bentuk pagarnya harus ada kisi-kisinya sehingga dapat terlihat dari luar. Sementara itu pintu pagarnya sendiri tentunya harus menyesuaikan dengan bentuk pagar secara keseluruhan.

Namun dalam perkembangannya, banyak kalangan yang justru memilih pagar tertutup dengan ketinggian lebih dari 1,5 meter sehingga halaman rumah tidak terlihat dari luar. Hal tersebut tentunya juga berpengaruh pada bentuk pintu pagar yang digunakan.

”Pemakaian pagar beserta pintunya sendiri bisa memperlihatkan status sang pemilik rumah, selain itu juga dapat menjadi penanda rumah seseorang,” ujar Kusbimantoro ketika dijumpai Rumah190.com di kediamannya.

Kusbimantoro menyebutkan beberapa jenis pintu pagar yang lumrah dipakai di Indonesia, antara lain jenis pintu pagar geser, folding (lipat) dan swing (engsel). ”Ada pula yang mengkombinasikan antara pintu pagar geser dan engsel atau pintu lipat dengan engsel,” kata dosen yang saat ini tengah sibuk berburu rumah yang memiliki dapur kuno ini.

Kusbimantoro menyebutkan pintu pagar geser biasanya digunakan untuk rumah yang jarak antara teras dengan batas depan rumah sempit. Pintu pagar geser ini sendiri lebih efesien dipasang di rumah kecil. Sama seperti pintu geser, pintu pagar lipat juga cukup menghemat ruang.

Sementara pintu engsel biasanya dipasang di rumah yang memiliki halaman cukup luas atau rumah yang halaman depannya tidak memanjang. Pintu engsel juga dapat dipasang untuk rumah tipe kecil yang di halamannya tidak ada tanamannya

”Asalkan halaman dari teras hingga ke batas depan rumah lebih dari empat meter, masih memungkinkan memasang pintu pagar engsel. Jika halamannya tidak terlalu luas, lebih praktis menggunakan pintu geser,” kata Kusbimantoro.

Mengenai bahan pintu pagar sendiri dapat berupa kayu maupun besi tempa atau besi biasa. ”Untuk pintu pagar dari kayu sebaiknya memilih kayu berjenis keras, seperti jati, eboni atau pulin karena lebih tahan cuaca. Sementara untuk pintu pagar dari besi sebaiknya yang dibalut cat eksterior,” kata dia.

Untuk perawatan pintu pagar, perlu dilakukan pengecekan kondisi engsel atau roda pintu pagar secara rutin satu bulan sekali. ”Sebaiknya engsel atau roda pintu pagar dilumasi dengan vaselin atau minyak kelapa. Coba dihindari melumasi dengan oli bekas karena tidak efektif, mengingat oli bekas telah tercampur dengan karat gir pada motor,” jelasnya.

Selain itu, untuk pintu pagar engsel perlu dilakukan pengecekan kondisi seal engsel. ”Dalam satu tahun biasanya seal engsel sudah aus, jadi agar pintu pagar tidak berderit perlu diganti dengan yang baru,” ujar Kusbimantoro. (anh)

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS