Selain harus bisa melindungi pemilik rumah dari panas sinar matahari, kerai juga bisa dijadikan alat untuk menciptakan privasi bagi pemilik rumah./http://canopyawningsinarjaya.com/ Selain harus bisa melindungi pemilik rumah dari panas sinar matahari, kerai juga bisa dijadikan alat untuk menciptakan privasi bagi pemilik rumah./http://canopyawningsinarjaya.com/

Variasi Kerai, Tak Sekadar Peneduh Rumah

394 Kali

RUMAH190.COM–Panas sinar matahari yang begitu terik dapat mengganggu kenyamanan Anda saat bersantai di teras atau di ruang rumah. Memasang kerai atau peneduh bisa dijadikan solusi agar rumah lebih sejuk terhindar dari sinar matahari.

Biasanya, orang memasang kerai di teras rumah, atau di depan jendela kamar utama agar panas matahari terhalang, karena fungsi kerai sendiri sifatnya mereduksi panas matahari yang masuk ke dalam rumah. Namun saat ini fungsi kerai berkembang fungsinya juga sebagai salah satu elemen estetis rumah.

Ada beberapa alasan, kenapa orang memilih kerai dari bahan alami daripada kerai sintetis. Salah satunya diungkapkan oleh Ny Hapsoro, yang berdomisili di Perumahan Crysan, Tasikmadu, Karanganyar. ”Dulu rumah saya menghadap ke barat. Setiap tengah hari sampai sore kami seperti bermandi panas matahari, sehingga tidak nyaman untuk istirahat siang. Akhirnya kami memasang kerai di teras rumah, untuk mengurangi terik matahari yang masuk ke rumah,” ujarnya. Menurut Ny Hapsoro, kerai bambu cukup adem karena terbuat dari bahan alami. ”Agar lebih awet, sebaiknya kerai bambu dicat dengan warna yang natural, agar tidak dihinggapi rayap maupun lapuk karena terkena air hujan,” ungkapnya.

Menurut Dosen Jurusan Desain Interior, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret (UNS), Joko Panuwun, kerai itu fungsinya sama dengan sun screen yaitu mereduksi panas matahari. ”Namun saat ini berkembang menjadi fungsi estetis, sehingga faktor pemilihan bahan menjadi salah satu pertimbangan,” lanjut Joko.

Orang bisa memilih kerai dari bahan yang alami, yaitu bahan bambu dan rotan dengan alasan untuk menghadirkan suasana yang lebih teduh dan sejuk. Sementara untuk perkantoran biasanya memilih kerai dari bahan plastik atau aluminium dengan model horizontal atau vertikal yang biasa disebut vertical blind atau horizontal blind, dengan sistem diayun untuk membuka tutup vertical blind atau horizontal blind tersebut.

Ditambahkan Joko, untuk rumah-rumah tinggal, tema kerai bisa disesuaikan dengan suasana yang ingin dibentuk oleh si pemilik rumah. ”Bisanya kalau kerai dari bahan alami orientasinya lebih ke alam, dengan model-model tropis yang disesuaikan pula dengan atapnya,” lanjutnya.

Meskipun saat ini banyak yang beralih ke kerai dengan bahan sintetis seperti plastik atau aluminium, sambung Joko, namun kerai dari rotan atau bambu tetap banyak dipilih karena cukup kuat dari radiasi matahari.

Unsur dekoratif

Selain harus bisa melindungi pemilik rumah dari panas sinar matahari, kerai juga bisa dijadikan alat untuk menciptakan privasi bagi pemilik rumah. ”Kerai cukup bisa melindungi privasi si pemilik rumah terhadap lingkungan sekitar,” ungkap Joko.

Lantas sebaiknya di mana tempat yang pas untuk menempatkan kerai? Menurut Joko, kerai bisa ditempatkan di luar rumah, baik di teras maupun di samping rumah atau ditempatkan di dalam rumah, atau di balik jendela jika kerainya terbuat dari bahan sintetis. ”Biasanya jika dipasang di perkantoran, penempatannya di dalam ruangan. Lain halnya jika kerai dari bambu atau rotan yang lebih pas jika diletakkan di luar rumah,” lanjutnya.

Lain halnya dengan rumah modern atau minimalis, sambung Joko, bentuk kerainya mengalami perubahan, dengan bentuk-bentuk geometris yang menampilkan unsur-unsur garis baik vertikal maupun horizontal dari bahan metal (logam). ”Bisa juga dipasang kerai dari kayu jadi dengan penempatannya yang semipermanen,” papar Joko. (Eri Maryana)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS